Jakarta -Ingin mudik, sebaiknya Anda mempertimbangkan barang bawaan. Jangan sampai, mobil yang Anda gunakan kelebihan muatan. Hal itu bisa mengancam keselamatan berkendara.
Menurut GM of Technical Service PT Toyota Astra Motor (TAM), Dadi Hendriadi, kemampuan mengangkut beban setiap mobil berbeda-beda. Contohnya, Toyota Avanza didesain untuk mengangkut 7 orang dan barang seberat 100 kg.
“Estimasi satu orang itu kira-kira 70-75 kg,” sebut Dadi.
Jika berlebihan dan tidak wajar, faktor keselamatan akan terancam. Suspensi dan ban mobil akan bekerja kurang maksimal.
“Beban suspensi jadi lebih berat. Kalau sudah ngepres banget dia (suspensi) ngeredam tikungan jadi enggak optimum. Lebih enggak stabil,” katanya.
Untuk ban pun sama. Menurut Dadi, ban mobil pasti memiliki kemampuan maksimal mengangkut beban. Kalau berlebihan, risikonya ban akan meledak dan mengancam keselamatan pengendara serta penumpangnya.
“Angkut beban berat dia (ban) bisa sebenarnya. Tapi deformasinya jadi tidak maksimal. Ban kan selalu deformasi, ngembang, kecil lagi, ngembang, kecil lagi. Kalau dia terlalu berat dia kayak kempes gitu padahal tekanannya udah maksimal. Nah itu jadi overheat akibatnya jadi pecah ban,” jelasnya.
Tokyo -Mobil-mobil Toyota selama ini dicibir berbagai kalangan karena dinilai kurang memiliki fitur keselamatan yang cukup mumpuni. Menjungkir balik kan anggapan itu, Toyota merilis beberapa fitur terbaru di mobil yang menunjang keamanan berkendara.
Fitur-fitur ini akan diterapkan di berbagai mobil mereka terutama yang dijual di Amerika dan Eropa mulai 2015. Perangkat tersebut akan dipasarkan ke berbagai negara.
“Toyota mulai meluncurkan teknologi itu pada awal 2015,” tutur Senior Manager Toyota yang bertanggung jawab di bidang teknologi keamanan Moritaka Yoshida.
Peranti dengan teknologi keamanan aktif itu wujudnya beragam. Mereka terdiri dari sistem pengereman canggih, pemandu parkir generasi terbaru, lampu utama adaptif hingga sistem deteksi antara kendaraan dengan lingkungan sekitar termasuk pejalan kaki.
Toyota menyebut teknologi mereka sebagai Toyota Safety Sense yang akan dipasang di mobil bermerek Toyota dan Lexus.
Dengan melahirkan teknologi ini, tujuan Toyota adalah untuk mendorong penggunaan teknologi yang sudah ada dengan membuatnya terjangkau dan mudah dikemas.
Akan tersedia dua tingkat peralatan teknologi ini, yaitu Toyota Safety Sense C dan Toyota Safety Sense P and Lexus Safety System +.
Toyota Safety Sense C akan hadir di model compacts entry-level. Teknologi ini memiliki peringatan lane departure, high beam otomatis dan sistem laser-wave radar pre-collision.
Sistem itu menggunakan sinyal audio dan visual untuk menginformasikan pengemudinya jika kendaraan akan menabrak sesuatu. Hal itu juga bisa memperkuat gaya pengeraman yang diterapkan oleh pengemudi maupun secara otomatis untuk menghindari kecelakaan.
Sementara itu, Toyota Safety Sense P and Lexus Safety System + akan diterapkan di mobil mewah dan mid-sized. Paket ini masih mengambil semua sistem yang ditawarkan di Toyota Safety Sense C. Tapi, Toyota Safety Sense P and Lexus Safety System + ditambahkan deteksi pejalan kaki dengan sistem pre-collision.
“Pada Toyota Safety Sense C, bisa diaktifkan pada kecepatan 80 km per jam dengan penggunaan kamera dan sensor laser. Ketika kecepatan mobil mencapai 80 km per jam, mobil bisa direm secara otomatis sampai kecepatan 30 km per jam. Dengan kata lain, jika mobil mengalami tabrakan pada 80 km per jam, kecepatan mobil akan diturunkan secara otomatis untuk mengurangi dampak kecelakaan,” ujarnya.
Radar cruise control pun ditawarkan. Cruise control ini dapat mendeteksi ketika mobil bergerak masuk dan keluar dari jalur. Kecepatan juga bisa disesuaikan dengan radar ini.
Jakarta, KompasOtomotif – Salah satu masalah yang kerap dikeluhkan konsumen soal Toyota Agya yaitu gangguan suara (noise) di kabin, terutama saat berkendara berkecepatan tinggi. Nah dari hasil kumpul bareng alias kopdar komunitas pecinta mobil LCGC ini, Toyota Agya Club (TAC), ketemu salah satu solusinya yakni memasang peredam di bodi.
Terlalu bising di ruang penumpang bisa mengganggu kenyamanan sebab percakapan atau menikmati hiburan tidak bisa maksimal. Menurut Wakil Ketua TAC Lukman Hakim, menggunakan peredam sudah dikerjakan sebagian anggota TAC.
Secara garis besar peredam yang digunakan seperti trik modifikasi sistem hiburan untuk meningkatkan kualitas audio. Ada dua pilihan bahan pada umumnya, yakni aspal atau foam.
“Sudah banyak anggota kami yang pakai. Sampai ada yang di atap pula, lalu lantai dan pintu. rekomendasi saya awalnya pasang di pintu dulu,” kata Lukman di Bekasi, Sabtu (23/5/2015).
Meski begitu pemilik mobil mesti paham, menggunakan peredam aspal berarti harus siap menanggung resiko mobil jadi tambah berat. Satu lembar peredam aspal tebal 2mm beratnya 2 kg. Bila satu pintu ditambahkan dua lembar maka bobot mobil bertambah 4 kg, bila dua pintu menjadi 8 kg.
Tapi jelas Lukman pemilik tak perlu khawatir, bila Agya tambah berat justru menguntungkan. Pasalnya kemampuan berkendara jadi terasa lebih baik. “Resikonya bobot makin berat tapi justru makin stabil, karena bodi Agya cenderung enteng jadi begitu tambah beban makin mantap,” ungkap Lukman.